Ibu yang Profesional

Lebih dari satu dekade lalu, saya bertransisi dari pengajar BIPA yang ngantor tiap hari menjadi full-time mom. Selesai sudah masa-masa saya pakai rok rapi dan sepatu tinggi, masa-masa memenuhi tas dengan berkas-berkas mengajar dan juga masa-masa menghadiri pertemuan antara staff pengajar. Hari-hari kemudian saya dipenuhi dengan tumpahan makanan bayi, tumpukan laundry dan free-time tanpa akhir. … Continue reading Ibu yang Profesional

Advertisements

Mamanya Adit

Adit diundang pesta ulang tahun di rumah seorang temannya. Baru saja kami memasuki halaman; yg punya rumah menyapa dgn hangat; Eh Adit, ayo masuk.. ini mamanya Adit ya? Kenalkan saya mamanya Ian.Saat mau duduk, beberapa ibu lain menyapa; Mamanya Adit ya? Saya mamanya Putri. Yang ini mamanya Tia. Wah, baru ketemu sekarang ya..maklum deh, yg … Continue reading Mamanya Adit

Beda

Konon, anak perempuan lebih kalem daripada anak laki-laki. Dulu saya enggak percaya hal itu, sebab aktif atau tidaknya seorang anak saya pikir harusnya berdasarkan keturunan. Artinya kalau orang tuanya kalem, ya pasti anaknya kalem. Cuma, melihat kedua anak saya yg berbeda sifat, mau gak mau saya jadi setuju dgn mitos di atas. Saat umurnya dua … Continue reading Beda

Stubborn

Ternyata saya punya dua anak yg keras kepala; salahkan saya sebagai pembawa gen ini, hehe.. Sejak Sekar mulai lebih jelas mengucapkan kata-katanya, saya mulai kewalahan dgn sikap keras kepalanya yg kadang masih diikuti dengan sifat tantrum-nya. Dulu Adit pun begitu, cuma dgn bertambahnya usia, dia bisa sedikit toleran meski tetap suka ngatur’ Salah satu permainan … Continue reading Stubborn

Mau Puasa

‘Bu, besok Adit mau puasa..bangunin sahur ya’. Saya terharu sekaligus kuatir bhw dia belum mampu utk puasa. Jadi saat makan sahur, saya bilang bhw kalau dia lapar dan haus boleh buka. Paginya, saat bersiap berangkat sekolah, saya menawarinya sarapan tapi ditolaknya. Begitu juga pas pulang sekolah, dia cuma minta minum air putih. Saya mulai kuatir … Continue reading Mau Puasa