WHAT WOMAN WANTS

Saat mampir di kios majalah pinggir jalan, saya suka meliriki majalah2 pria dewasa dan tabloid kuning seharga lima ribuan yg memajang perempuan2 berbalut busana minimalis di sampul depannya. Melirik saja? Ya, secara saya gak pernah berani mencoba melihat-lihat isinya – takut kalau ada yg berpikir bhw saya mesum.

Sebenarnya saya kepingin ada majalah atau tabloid kuning macam itu utk perempuan. Seperti para pria, saya juga kepingin menikmati tubuh2 indah lelaki berotot mengkal, hanya bercawat dan dalam pose yg meningkatkan aliran adrenalin. Ini gak ada relevansinya dgn mesum – juga bukan balas dendam kalau saya kepingin lelaki menjadi obyek seks. Bukankah itu baik dan kapitalisme memungkinkannya?

Kapitalisme akan selalu melihat perempuan sebagai pasar yg harus dipenuhi kebutuhannya. Mata dan selera perempuan harus dipuaskan, dan para produsen benar tahu benar hal itu. Hanya masalahnya, selera perempuan masih di bawah hegemoni selera pria. Tapi, tentu saja selalu ada cara – meskipun tidak cepat.

Misalnya, kosmetik utk pria tak lagi menjadi setabu beberapa tahun yg lalu. Shampoo, sabun muka, body lotion (berpemutih pula) khusus pria dgn mudah ditemukan di minimarket sebelah. Kenapa begitu? Seperti perempuan yg dituntut putih & langsing, hari gini pun pria dituntut harus bagus – tdk hanya berkulit bersih, rambut tanpa ketombe dan wangi, tapi juga dada bidang dan lengan berotot. Misalnya lagi, Awal 90an, serial Bay Watch, tak hanya memanjakan para lelaki dgn payudara mbludaknya Pamela Anderson, tapi juga perempuan disenangkan dgn keindahan tubuh David Hasselhof. Film-film biru yg dibuat di atas tahun 90 juga tidak lagi menyajikan pria-pria tua gendut berpenis besar, melainkan pria-pria muda berpenis besar dgn bisep & trisep yg terlatih serta perut six packnya. Bukankah hal ini adalah sebuah revolusi yg patut diacungi jempol?

Lalu, kenapa belum juga ada majalah & tabloid kuning khusus wanita dewasa spt yg saya inginkan itu? Jawabannya klise: secara dunia ini patriarkal — sehingga yg dominan tetap adalah selera pria.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s